Ini adalah hari pertama untukku menempati sekolah baru. Sekolah lama kutinggalkan begitu saja. Bukan karna dikeluarkan, melainkan aku tak nyaman berada di sana.
Masih baru, tentunya masih belum tahu apa-apa. Entah itu peraturan sekolah, nama teman sekelas, pak guru atau ibu guru. Aku perlu seseorang yang akan membantu itu semua.
Kebetulan jam sedang kosong, aku jadi bosan sendiri. Tidak ada yang ingin mengajak bicara, teman sebangku pun tidak.
Kukeluarkan ponsel dari dalam saku. Bermain-main dengan benda itu, namun sesasaat kegiatan itu terhenti.
"Kamu bawa hp? Lain kali jangan dibawa ya, sekolah melarang," ucap teman sebangkuku.
"Oh, iya-iya. Aku nggak bakal bawa lagi."
Tak lama, teman yang lain ikut bicara.
"Woaa, jangan bawa hp ya, nggak boleh."
Dan terus seperti itu sampai satu kelas bicara dengan inti yang sama berbicara itu padaku.
Pun aku menanggapi hal tersebut dengan kalimat yg sama.
Bosan? Aku sih tidak, entah dg mereka.
"Kau tak lelah menanggapi mereka terus?" tanya teman sebangkuku.
"Tidak."
Aku belum bisa nangkap inti pesan cerita ini.
BalasHapusBagus nih buat bacaan jam 3 pagi ,hehe
BalasHapus@Faranggi, hehe, huruf di hpku terbatas. Jadi terhenti gitu deh ceritanya.
BalasHapusintinya, cerita ini menagatakan jika tokoh 'aku' sama sekali tak bosan menanggapi kekhawatiran teman barunya. Bahwa Di sekolah itu tidak diperbolehkan membawa hp. Teman barunya mengatakan sesuatu dg inti yg sama. Sampai satu kelas. Bayangkan!! mungkin jika aku akan memasang muka sebal. Ucapan yg terus diulang bukankah sesuatu yg menyebalkan? Tapi tidak untuk tokoh 'aku', dia menanggapinya dg sopan. Itu dilakukan karna menghargai teman-temanya yp sudah berusaha memperingatinya. Hehe, maaf jika susah tuk dipahami.
Oh gitu ya. Aku jg bakal sebel sih kalau satu kelas ngomong yang sama berulang terus hehe.
BalasHapusHehe. Sama! Akupun juga begitu.
BalasHapusdan jika ane ada diposisi si aku. Jawaban yang keluar hanya. Hn ok.
BalasHapus